Langsung ke konten utama

10 Ide Nama Cafe Dan Artinya Rekomendasi Sepintas Kopi

Kopi Daun Kawa, Ini Kopi Atau Teh?

                          Gambar oleh Liputan6dotcom

Sepintaskopi.com - Kopi daun kawa, ini kopi atau teh? Pada umumnya kopi dibuat dari biji kopi yang dihaluskan lalu diseduh dengan menggunakan air panas. 

Beda halnya dengan kopi daun kawa yang justru memanfaatkan daun kopi sebagai sajian kopi khas Ranah Minang yang terus lestari. 

Wah cukup unik sekali, lalu bagaimana asal usul munculnya kopi khas Sumatera Barat ini? Yuk simak info selengkapnya tentang kopi daun kawa di sini.

Asal Usul Kopi Daun Kawa Khas Ranah Minang

Sebenarnya ada dua versi sejarah asal muasal kopi daun kawa di Ranah Minang. 

Versi pertama menyatakan, budaya minum kopi daun kawa di Sumatera Barat diperkenalkan oleh Bangsa Arab yang saat itu berlayar ke nusantara untuk berdagang. 

Perlu diketahui juga bahwa Bangsa Arab pernah menjadi produsen kopi terbesar di dunia. 

Baca juga : 12 Kuote dari Film Filosofi Kopi Seri Dua

Bahkan, mereka selalu menjual biji kopi yang sudah tidak bisa ditanam kembali untuk mempertahankan dominasi di bidang niaga kopi. 

Sejarah versi ini diperkuat dengan perkiraan bahwa kata kawa berasal dari bahasa Arab yaitu qahwah. Saat itu biji kopilah yang dibuang oleh masyarakat karena masyarakat hanya memanfaatkan daunnya saja. 

Barulah setelah ada saudagar dari negeri Paman Sam datang ke Ranah Minang, masyarakat menyadari jika biji kopi juga memiliki nilai ekonomis yang sangat menggiurkan.

Namun, ada sejarah versi lainnya yang menyatakan bahwa kopi daun kawa muncul karena penderitaan rakyat Minang yang tidak bisa menikmati kopi dari biji kopi yang mereka tanam sendiri. 

Penyebabnya karena Belanda melakukan tanam paksa kopi yang pada saat itu mempunyai harga yang melambung tinggi. 

Biji kopi yang dihasilkan dari kebun kopi masyarakat Minang diserahkan kepada Belanda untuk dikirim ke negerinya. 

Sampai sekarang, tidak ada yang tahu pasti siapa tokoh yang pertama kali berhasil menemukan racikan kopi daun kawa ini. 

Namun, yang jelas kopi unik ini sudah menjadi bagian dari kebudayaan minum kopi masyarakat Minang.

Proses Pembuatan Kopi Daun Kawa

Sekilas memang cara penyajian kopi khas Sumatera Barat ini nampak seperti teh. Namun, jika ditelisik lebih dalam dari segi warna dan rasanya lebih menyerupai kopi. 

Baca juga : Mensyukuri Aroma Kopi Arabika yang Tiada Taranya

Proses pembuatan kopi ini cukup sederhana yaitu dengan mengeringkan daun terlebih dahulu. Durasi waktu yang dibutuhkan kurang lebih selama 12 jam di bawah sinar matahari. 

Setelah itu daun akan diasapi dengan menggunakan perapian. Sesudah itu barulah daun kawa bisa direbus pada sebuah ceret. 

Air hasil rebusan bisa dinikmati sebagai kopi kawa. Setelah itu bisa ditambahkan gula dan susu sesuai selera. 

Biasanya, kopi akan disajikan di dalam sebuah batok kelapa yang sudah dibagi dua. Masyarakat Minang percaya jika batok kelapa akan mempengaruhi rasa kopi daun kawa. Benar saja, rasanya akan sedikit berbeda saat disajikan dengan menggunakan gelas kaca. 

Dahulu kopi daun kawa ini tidak disajikan dengan menggunakan gula pasir tapi menggunakan gula khas masyarakat Minang yang dinamakan saka. 

Gula saka terbuat dari sari tebu yang diolah sedemikian rupa menjadi gula. Penampilan gula saka sendiri mirip dengan gula merah. 

Sama halnya pembuatan kopi dengan menggunakan biji kopi, daun kawa juga dibedakan menjadi daun kopi kawa jenis arabika dan jenis robusta. Kedua daun kopi tersebut memiliki cita rasa yang berbeda. 

Biasanya para pengusaha kedai kopi kawa lebih banyak menyuplai daun kopi jenis arabika. Ini dikarenakan konsumen lebih menggemari rasa dari daun jenis arabika tersebut. 

Varian Rasa Kopi Daun Kawa

Dahulu kopi kawa hanya disajikan dengan menggunakan gula saka saja. Kini, varian rasanya sendiri sudah bervariasi. Ada kopi yang disajikan dengan tambahan susu dan gula pasir. 

Selain itu ada juga yang menambahkan kuning telur juga. Jadi penikmat kopi bisa memilih varian rasa sesuai selera masing-masing. 

Ada juga rasa original untuk yang ingin mengetahui rasa kopi daun tanpa tambahan rasa yang lain. 

Nah, bagi sahabat ngopi yang sedang berjalan-jalan di Provinsi Sumatera Barat. Sempatkan diri untuk mampir di Batusangkar untuk menikmati sajian nikmat kopi daun kawa ini. Selamat mencoba.

Referensi

https://www.gordi.id/blogs/updates/secangkir-kopi-kawa-daun-meninggalkan-kisah

https://regional.kompas.com/read/2017/09/29/07000061/kawa-daun-kopi-khas-sumatera-barat-yang-diseduh-dari-daun-1?page=all#page2



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Brand Kopi Lokal yang terkenal di Manca Negara

Gambar Oleh Birgl dari Pixabay Sepintaskopi.com - Kopi lokal Indonesia memang sudah banyak dikenal di luar negeri. Namun, tidak hanya kopinya saja yang terkenal di luar negeri, tapi brand kopi lokalnya juga.  Beberapa kedai kopi yang didirikan anak bangsa ada yang sudah mengekspansi negara-negara di luar Indonesia. Bahkan, ada yang sudah sampai di Amerika, sarang raksasa kedai kopi berasal. Apa itu Brand ? Brand atau merek adalah suatu komponen yang harus dimiliki dan melekat pada sebuah produk. Tanpa adanya merek maka produk yang Kamu pasarkan tidak akan dikenal dengan baik.  Pakailah nama-nama brand yang sesuai dan juga dekat di hati masyarakat. Kamu juga harus menentukan siapa sasaran konsumen yang Kamu incar sebelum memilih brand untuk produk Kamu. Ini Dia Brand Kopi Lokal yang Terkenal Sampai Manca Negara Belum banyak kedai kopi lokal yang mampu membuka cabang-cabangnya di luar negeri karena harus diakui memang tidak mudah. Berkat kegigihan dan kerja keras sega

Berapa Sih Kandungan Kafein Pada Kopi?

Sumber : https://nationalgeographic.grid.id/ Sepintaskopi.com - Halo sahabat ngopi, semoga selalu sehat dan bahagia ya. Kali ini kita akan bahas kopi dari sudut pandang sains lagi nih, khususnya untuk topik kandungan kafein pada kopi. Tentu sahabat ngopi sudah tahu ya, kopi tidak bisa dijauhkan dari yang namanya kafein. Salah satu senyawa kopi ini menyimpan banyak sekali manfaat untuk setiap sahabat ngopi loh. Tapi ada syaratnya, manfaat ini bisa terasa jika sahabat ngopi tidak berlebihan mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung kafein. Yuk Bahas Tuntas Kandungan Kafein Pada Kopi Setiap sahabat ngopi pasti mempunyai tujuan yang berbeda-beda saat ngopi. Ada yang ingin mendapatkan fokus selama bekerja atau mencari manfaat kesehatan lainnya dari kopi. Manfaat ini salah satunya disebabkan oleh kandungan kafein di dalam kopi. Makin penasaran kan ya, yuk kita bahas satu per satu tentang kafein di dalam kopi. 1. Kandungan Kafein Pada Secangkir Kopi Sampa

4 Kopi Arabika Garut yang Bercita Rasa Unik

Sepintaskopi.com - Rasa istimewa kopi arabika mampu membuat siapa saja tergila-gila padanya. Kekhasan aroma kopi arabika menjadi sesuatu yang selalu dicari-cari oleh para pencinta kopi.   Perlu diketahui juga, jika Indonesia juga mempunyai satu kopi arabika asal Jawa Barat dengan cita rasa yang unik dan menarik. Itulah sebabnya para sahabat ngopi harus coba kopi-kopi arabika Garut berikut ini. Eits, tapi sebelumnya kita cari tahu dulu yuk sebenarnya bagaimana sih asal usul dari Kopi Arabika khas kota dodol ini. Kopi Arabika Garut (Java Preanger) Kopi Garut termasuk jenis kopi arabika pertama yang masuk ke Indonesia. Setelah mengalami kegagalan penanaman kopi pertama akibat diterjang banjir, Belanda langsung memindahkan lokasi kebun kopi di Jawa Barat. Bisa jadi Garut inilah salah satu titik penanaman kopi arabika tersebut. Provinsi Jawa Barat dikala masa penjajahan pernah menjadi penghasil kopi terbesar di dunia. Setengah kebutuhan kopi dunia dihasilkan dari Jawa Bar