Langsung ke konten utama

10 Ide Nama Cafe Dan Artinya Rekomendasi Sepintas Kopi

Berapa Sih Kandungan Kafein Pada Kopi?

Sumber : https://nationalgeographic.grid.id/

Sepintaskopi.com - Halo sahabat ngopi, semoga selalu sehat dan bahagia ya. Kali ini kita akan bahas kopi dari sudut pandang sains lagi nih, khususnya untuk topik kandungan kafein pada kopi. Tentu sahabat ngopi sudah tahu ya, kopi tidak bisa dijauhkan dari yang namanya kafein.


Salah satu senyawa kopi ini menyimpan banyak sekali manfaat untuk setiap sahabat ngopi loh. Tapi ada syaratnya, manfaat ini bisa terasa jika sahabat ngopi tidak berlebihan mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung kafein.

Yuk Bahas Tuntas Kandungan Kafein Pada Kopi

Setiap sahabat ngopi pasti mempunyai tujuan yang berbeda-beda saat ngopi. Ada yang ingin mendapatkan fokus selama bekerja atau mencari manfaat kesehatan lainnya dari kopi. Manfaat ini salah satunya disebabkan oleh kandungan kafein di dalam kopi.

Makin penasaran kan ya, yuk kita bahas satu per satu tentang kafein di dalam kopi.

1. Kandungan Kafein Pada Secangkir Kopi

Sampai saat ini, sudah banyak penemuan mengenai kandungan kafein pada secangkir kopi, salah satunya Universitas Negeri Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan 3 standar pemanggangan, namun, saya hanya akan memperlihatkan standar pemanggangan menurut NEVO tahun 1991.

a. Kopi Arabika

Saya asumsikan secangkir kopi adalah 100 ml. Setiap 100 ml mengandung 36-64 mg untuk kopi seduh arabika. Kandungan ini bisa saja berubah tergantung pada metode sangrai yang digunakan.

b. Kopi Robusta

Kopi seduh robusta mengandung 56-116 mg kafein setiap 100 ml. Sama halnya seperti kopi arabika sahabat ngopi, kandungan kafein pada kopi robusta bisa berubah dan sangat bergantung pada proses sangrai yang digunakan. 

c. Kopi Blend Robusta dan Arabika

Kopi seduh robusta dan arabika dengan persentase 40% kopi robusta dan 60% kopi arabika mengandung 67 mg kafein. Kandungan kafein dapat berubah, tergantung pada metode dan durasi sangrai yang digunakan.

Hasil penelitian ini membuktikan jika secangkir kopi robusta memiliki kandungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kopi arabika dan kopi campuran antara arabika dan robusta. Sehingga bagi kamu pencinta kopi robusta bisa memperkirakan sendiri ya porsi yang tepat untuk tubuhmu. 

2. Kandungan Kafein Pada Biji Kopi

Biji kopi memiliki kandungan kafein yang beraneka ragam. Ini banyak dipengaruhi oleh tempat penanaman yang secara langsung berhubungan dengan iklim, cuaca, ketinggian, keadaan udara, jenis tanah dan sebagainya.

Jenis biji kopi juga turut mempengaruhi perbedaan kandungan kafein di dalamnya. Yuk mari kita perdalam pengetahuan kita mengenai kandungan kafein pada biji kopi berdasarkan jenisnya.

a. Biji Kopi Arabika

Kopi arabika mempunyai kandungan kafein dengan persentase 0,4%-2,4% dari total berat keringnya. Jadi andaikan biji kopi mempunyai berat 5 mg maka kafein yang terkandung didalamnya berkisar antara 0,02 mg sampai 0,12 mg kafein. 

b. Biji Kopi Robusta 

Kopi robusta mempunyai kandungan kafein dengan persentase 1%-2% dari total berat keringnya. Kita asumsikan berat biji kopi 5 mg maka kafein yang terkandung adalah 0,05 mg sampai dengan 0,2 mg kafein.

c. Biji Kopi Liberika

Masih ada satu lagi varietas kopi, ya betul kopi liberika. Satu biji kopi liberika mengandung kafein dengan persentase 1,12%-1,26% berat keringnya.  

3. Kandungan Kafein Pada Kopi Instan

Selain kopi seduhan yang dibuat oleh para barista di kedai-kedai kopi, kita juga harus tahu berapa sih kandungan kafein pada kopi instan. Pasalnya sahabat ngopi, pasti masih ada yang sesekali mencoba kopi dengan kadar kepraktisan tingkat dewa ini.

Dilansir dari helosehat.com kopi instan dengan berat 8 ons atau 237 ml memiliki kandungan kafein dengan kisaran 27-173 mg. Kandungan kafein pada kopi instan ternyata lebih sedikit dibandingkan kopi-kopi yang diolah dengan biji kopi asli.

Manfaat Kafein Pada Kopi

Bagaimana? Kamu pasti jadi lebih tahu sekarang. Setelah mengetahui berapa kandungan kafein dalam kopi, sekarang saatnya kita mengetahui apa saja sih manfaat kafein pada kopi. 

1. Memberikan Energi Tambahan Pada Tubuh

Asupan kafein yang terkandung di dalam kopi dapat memberikan energi pada tubuh. Inilah yang menyebabkan kamu bisa tidak tidur semalaman setelah minum kopi.

2. Mencegah Penurunan Kinerja Otak 

Pertambahan usia akan menyebabkan kinerja otak semakin melemah. Dilansir dari hellosehat, kafein berfungsi mencegah penurunan kinerja otak akibat faktor penuaan.

3. Memperkecil Resiko Alzheimer

Manfaat yang ketiga ini masih bersinggungan dengan penurunan kinerja otak. Dengan minum kopi secara rutin dalam jangka panjang resiko alzheimer dapat diperkecil.

4. Menghindari Resiko Parkinson  

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, semakin banyaknya para penikmat kopi menunjukan semakin menurunnya angka penderita parkinson di sana. 

5. Memperkecil Resiko Sirosis

ungan antara konsumsi kopi dengan hipertensi 
Kafein dalam kopi bisa memperkecil resiko sirosis. Ini dibuktikan melalui sebuah studi di Kaeser Permanente Medical Care Program, California, USA.

Dampak Negatif Kafein Jika Dikonsumsi Berlebihan

Tidak bisa dipungkiri sahabat ngopi, kopi bisa juga memberikan efek negatif terutama karena kandungan kafeinnya. Namun, bukan salah kopinya loh, ini dikarenakan konsumsi yang berlebihan. Nah, berikut ini dampak negatif kafein jika dikonsumsi berlebihan.

1. Gangguan Asam Lambung

Terlalu banyak mengonsumsi kafein bisa menyebabkan gangguan asam lambung loh sahabat ngopi. Ini disebabkan kafein dan sam klorogenik pada kopi bisa memicu produksi asam lambung.

2. Hipertensi

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Astuti Wahyuningsih, dan Endri, kebiasaan minum kopi berlebihan menjadi salah satu penyebab hipertensi pada usia lanjut.

Penelitian lainnya berhasil membuktikan bahwa ada hubungan antara konsumsi kopi dengan hipertensi. Ini dibuktikan melalui hasil penelitian yang menyatakan orang yang mengonsumsi kopi mempunyai resiko 1,4 kali lebih besar terkena hipertensi dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi kopi.

Orang yang minum kopi sebanyak lebih dari 3 cangkir sehari memiliki resiko terserang hip-ertensi lebih besar dibandingkan dengan orang yang minum kopi dari kurang dari 4 kali sehari.

3. Asam Urat

Bagi yang pertama kali mencoba minuman berkafein ini, kalau itu kamu, kamu harus tetap dalam batas aman. Jika tidak, asupan kafein dalam jumlah besar yang masuk ke tubuh bisa memicu terjadinya asam urat.

4. Kelainan Pada Kinerja Jantung

Kafein akan masuk ke dalam tubuh dan mempengaruhi kinerja jantung akibat reaksi dari saraf pusat. Akibatnya aktivitas pemompaan darah semakin intens.

Baca juga : Tetap Sehat dengan Minum Kopi Organik

Jika konsumsi kopi ke dalam tubuh di luar batas wajar, jantng akan bekerja ekstra keras. Tentu saja ini akan mengganggu kinerja jantung.

5. Meningkatkan Kadar Kolesterol

Beberapa peneliti telah menarik sebuah kesimpulan jika kopi dapat meningkatkan kolesterol total dan trigliserid darah.

6. Sakit Kepala dan Kelelahan

Gejala tersebut dapat disebabkan konsumsi kafein mencapai 500 mili gram per hari.

7. Dehidrasi

Kafein memiliki sifat diuretik yang mampu memicu pengeluaran cairan tubuh berupa urin. Sifat diuretik ini bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan.

Sumber : https://magazine.job-like.com/


Berapa Dosis Kafein yang Benar?

Terdapat banyak versi yang membahas berapa sih dosis kafein yang aman bagi tubuh? Salah satunya, kompas.com yang menyatakan jika batas aman konsumsi kopi adalah 400 mg per hari atau 4 cangkir kopi sehari.

Baca juga : Berapa sih kandungan asam pada biji kopi ?

Tidak hanya itu saja, hasil temuan dari jurnal Food and Chemical Toxicology juga menyarankan hal yang sama. Begitu juga dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat mempunyai pandangan yang sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Brand Kopi Lokal yang terkenal di Manca Negara

Gambar Oleh Birgl dari Pixabay Sepintaskopi.com - Kopi lokal Indonesia memang sudah banyak dikenal di luar negeri. Namun, tidak hanya kopinya saja yang terkenal di luar negeri, tapi brand kopi lokalnya juga.  Beberapa kedai kopi yang didirikan anak bangsa ada yang sudah mengekspansi negara-negara di luar Indonesia. Bahkan, ada yang sudah sampai di Amerika, sarang raksasa kedai kopi berasal. Apa itu Brand ? Brand atau merek adalah suatu komponen yang harus dimiliki dan melekat pada sebuah produk. Tanpa adanya merek maka produk yang Kamu pasarkan tidak akan dikenal dengan baik.  Pakailah nama-nama brand yang sesuai dan juga dekat di hati masyarakat. Kamu juga harus menentukan siapa sasaran konsumen yang Kamu incar sebelum memilih brand untuk produk Kamu. Ini Dia Brand Kopi Lokal yang Terkenal Sampai Manca Negara Belum banyak kedai kopi lokal yang mampu membuka cabang-cabangnya di luar negeri karena harus diakui memang tidak mudah. Berkat kegigihan dan kerja keras sega

4 Kopi Arabika Garut yang Bercita Rasa Unik

Sepintaskopi.com - Rasa istimewa kopi arabika mampu membuat siapa saja tergila-gila padanya. Kekhasan aroma kopi arabika menjadi sesuatu yang selalu dicari-cari oleh para pencinta kopi.   Perlu diketahui juga, jika Indonesia juga mempunyai satu kopi arabika asal Jawa Barat dengan cita rasa yang unik dan menarik. Itulah sebabnya para sahabat ngopi harus coba kopi-kopi arabika Garut berikut ini. Eits, tapi sebelumnya kita cari tahu dulu yuk sebenarnya bagaimana sih asal usul dari Kopi Arabika khas kota dodol ini. Kopi Arabika Garut (Java Preanger) Kopi Garut termasuk jenis kopi arabika pertama yang masuk ke Indonesia. Setelah mengalami kegagalan penanaman kopi pertama akibat diterjang banjir, Belanda langsung memindahkan lokasi kebun kopi di Jawa Barat. Bisa jadi Garut inilah salah satu titik penanaman kopi arabika tersebut. Provinsi Jawa Barat dikala masa penjajahan pernah menjadi penghasil kopi terbesar di dunia. Setengah kebutuhan kopi dunia dihasilkan dari Jawa Bar