5 Penelitian Kopi yang Turut Memajukan Bisnis Kopi Dunia

bisnis kopi
Gambar oleh Sovia Iivarinen dari Pixabay

Sepintaskopi.com - Bisnis kopi tidak mengalami kemajuan tanpa bantuan dari banyaknya penelitian kopi. Fakta mengenai kopi tidak bisa hanya diuji berdasarkan rasa namun juga dari sudut pandang pengetahuan yang digali secara empiris.

Para peneliti khusus perkopian memandang perlu untuk mengetahui apa saja yang terkandung di dalam kopi. Mereka menguji beberapa jenis varietas yang banyak dikonsumsi di dunia. Beberapa dari mereka juga telah berhasil memodifikasi kopi dengan metode yang telah dipercaya.

Fungsi dari Adanya Suatu Penelitian

Penelitian harus dilakukan untuk mengungkap sisi fakta dari suatu hal. Metode-metode penelitian akan menerangkan mengapa suatu objek penelitian mengalami suatu kejadian/fenomena bahkan sebab-sebab yang lainnya.

Baca juga : 7 Kedai Kopi di Semarang yang Ramah di Kantong

Bisa diketahui jika penelitian memegang peranan yang penting untuk mengungkap permasalahan. Tidak luput pula masalah mengenai dunia perkopian, dari masalah kafeinnya, tingkat keasamannya, sampai pada cita rasanya. Semua itu dikaji dengan metode ilmiah yang komprehensif.

5 Penelitian Kopi yang Turut Berperan dalam Pertumbuhan Bisnis Kopi Dunia

Pelaksanaan penelitian merupakan hal yang penting. Begitu juga dengan penelitian kopi mengingat eksistensinya yang saat ini sedang booming. Inilah hasil riset yang berkontribusi memajukan bisnis kopi dunia.

1. Penemuan Kopi Rendah Kafein (Kopi Decafein)

Ditengah polemik para penderita gangguan lambung yang seringkali menghindari kopi. Kopi rendah kafein muncul memberikan solusi dan membuka peluang baru bisnis kopi. Kopi decaf, begitu kebanyakan orang menyebutnya. 

Decaf yang berarti tanpa kafein menurut arti katanya. Namun, faktanya kopi ini tidak 100% terbebas dari kafein. Masih ada sedikit kafein yang tersisa, tapi tidak sebanyak sebelum metode dekafein. Tentu saja penemuan ini membuat pertumbuhan bisnis kopi semakin menanjak naik.

Ada beberapa tokoh yang ikut andil dalam penemuan kopi rendah kafein ini. Salah satunya yang berasal dari Indonesia adalah proses dekafein oleh Suharman dan Patoni A Gafar. 

Mereka berhasil menemukan cara mengurangi kandungan kafein pada jenis kopi robusta dengan metode yang sederhana dan murah. Hasil penelitian ini sangat disarankan untuk para pelaku industri kecil dan menengah. 

2. Penemuan Kopi Bisa Menyembuhkan Diabetes Tipe 2

Salah satu penelitian yang paling berpengaruh adalah penelitian yang telah dilakukan oleh ahli di Universitas di California. Para peneliti berhasil menemukan adanya hubungan antara konsumsi kopi dengan menurunnya resiko diabetes melitus tipe dua.

Senyawa yang ada pada kopi dapat meningkatkan produksi kadar plasma yang terdapat pada hormon sex manusia. Inilah hormon yang bisa menyebabkan diabetes melitus. 

Para peneliti mempunyai kesimpulan bahwa adanya peningkatan kadar plasma ini mampu meminimalkan resiko seorang penikmat kopi terkena penyakit diabetes melitus tipe 2.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Universitas Harvard menjelaskan jika memang ada korelasi antara kopi dan diabetes. Mereka berhasil menemukan fakta melalui uji coba jangka panjang terhadap sejumlah orang yang mengonsumsi kopi lebih dari secangkir sehari selama 4 tahun. 

Hasilnya, orang-orang yang mengonsumsi kopi secara konsisten selama 4 tahun itu memiliki resiko yang lebih kecil terkena diabetes melitus di 4 tahun setelahnya.

3. Penelitian Keampuhan Kopi Mencegah Parkinson

Penyakit yang seringkali menyerang manula ini bisa diminalisir resikonya jika kamu konsisten mengonsumsi kopi. Ya, sebuah studi yang dilakukan di Universitas Mc Gill telah membuktikannya. 

Mereka berhasil menemukan fakta jika konsumsi kopi secara teratur bisa menurunkan resiko parkinson diusia senja. Bahkan pada zaman dahulu kopi juga bisa mengalihkan kecanduan alkohol di Benua biru. Ini menunjukan bagaimana pengaruh bisnis kopi menggeser bisnis minuman beralkohol kala itu.

4. Penelitian Ampuhnya Kopi Mencegah Kanker Hati

Penelitian yang dilakukan di Italia ini sukses membuktikan jika kopi bisa mengurangi resiko kanker hati sampai 50%. Jika kamu mengonsumsi kopi hitam tanpa gula 3 cangkir sehari secara konsisten, selamat kamu mempunyai resiko kecil terkena kanker hati. 

5. Penelitian Efektivitas Kopi Mencegah Penyakit Hati

Seorang yang mengonsumsi alkohol sangat rentan terkena penyakit hati atau sirosis. Namun, studi di Amerika Serikat menunjukan kopi bisa menurunkan resiko sirosis hingga 22% untuk para peminum alkohol. 

Mereka menyarankan untuk mengonsumsi minuman hitam pekat ini dengan jumlah lebih dari 2 cangkir per hari. Alasannya untuk menangkal resiko penyakit hati hingga 66%.

Baca juga : Berapa sih kandungan kafein pada biji kopi?

Berbagai penelitian kopi telah dilakukan oleh para peneliti baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Hendaknya kita bisa memanfaatkan hasil penelitian tersebut dengan bijak agar masa depan bisnis kopi semakin bersinar. 

Untuk kamu yang sedang merintis bisnis kopi semoga sukses ya. Jangan lupa update terus info-info menarik seputar kopi lainnya hanya di sepintaskopi.com.


Sumber :

https://media.neliti.com/media/publications/222838-none.pdf
Tribun Jogja Edisi 10 Januari 2016 halaman 13


Komentar