Kupas Tuntas 10 Fakta Menarik Tentang Kopi di Indonesia

kopi lokal
Gambar oleh Couleur dari Pixabay

Sepintaskopi.com - Indonesia merupakan rumah bagi kopi-kopi berkualitas tinggi. Sudah banyak negara-negara di luar sana mempercayakan kebutuhan kopinya kepada Indonesia. Hal itu sudah tidak dapat dibantah lagi. Bahkan, sebagian besar hasil panen kopi di Indonesia memang diperuntukkan untuk diekspor.

Lalu kenapa sih kopi Indonesia ini banyak digemari masyarakat dunia? Pertanyaan menarik yang akan kami jawab melalui ulasan artikel berikut ini.

Jenis Kopi di Indonesia

Ada banyak jenis kopi di Indonesia yang bisa dikenal. Sebagian besar merupakan jenis kopi robusta. Sisanya termasuk jenis arabika dan robusta. Setiap jenis kopi-kopi lokal ini mempunyai kelebihan-kelebihan masing-masing dari segi aroma dan cita rasa.

Sebelum kita membahas lebih dalam tentang apa saja fakta menarik tentang kopi di Indonesia, yuk kita list dahulu sebenarnya apa aja sih jenis kopi yang ada di Indonesia.

1. Kopi Gayo

Kopi ini berasal dari dataran tinggi Gayo yang mempunyai ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Jenisnya ada arabika dan juga robusta. Kopi arabikanya mempunyai ciri khas yang berbeda-beda.

Perbedaan ini disebabkan oleh perlakuan kopi yang berbeda berdasarkan ketinggian lahannya serta proses penanamannya. Kamu bisa mengunjungi Takengon untuk lebih kenal lagi tentang kopi Gayo ini.

2. Kopi Sidikalang

Kopi Sidikalang merupakan kopi khas dari Sumatera Utara. Sidikalang sendiri adalah daerah penghasil kopi di provinsi tersebut. Ada dua jenis kopi yaitu kopi arabika dan juga kopi robusta.

Sebagian besar lahan kopi di ibukota Kabupaten Dairi ini merupakan lahan kopi robusta dengan luas lebih dari 14.000 hektar. Sedangkan luas lahan kopi arabikanya hanya sekitar 5.000 hektar saja.

Dulu kopi sidikalang pernah menguasai pasar kopi di Indonesia bahkan sempat menjadi kompetitor kopi dari Brazil. Namun, eksistensinya mulai merosot dikarenakan banyak para petani kopi yang beralih menanam buah-buahan yang lebih menguntungkan.

3. Kopi Java Preanger

Tahun 1696 adalah awal mula masuknya kopi di Indonesia yang berasal dari Malabar. Sebenarnya Priangan adalah tempat kedua yang dipilih oleh Belanda untuk budidaya kopi, sedangkan  lokasi pertama ada di Jakarta. 

Jenis kopi ini berasal dari Priangan, Jawa Barat. Inilah kopi arabika yang menjadi cikal bakal kopi lokal di Indonesia. Dahulu pemerintah Belanda menggunakan bibit dari Malabar untuk menanam kopi di daerah ini.

Hasilnya, kopi Java Preanger sukses besar. Dari situlah mereka menyebarkan bibit kopi serupa untuk ditanam di seluruh pelosok tanah air dan itu masih bisa dilihat sampai saat ini.

4. Kopi Temanggung

Provinsi Jawa Tengah juga mempunyai komoditas kopi yang tidak kalah dengan daerah yang lain. Temanggung yang ada di antara Gunung Sumbing dan Sindoro sangat memungkinkan untuk lahan kopi arabika maupun robusta. Di sinilah kopi Temanggung tumbuh subur.

Kopi Temanggung telah berhasil menembus pasar ekspor. Ini membuktikan bahwa kopi ini memiliki kualitas yang tinggi baik dari segi cita rasanya yang khas dan aromanya yang nikmat. Dominasi produksi kopi terbesar di daerah ini adalah kopi robusta.

5. Kopi Bajawa

Salah satu wilayah Nusa Tenggara Timur tepatnya di Flores menyimpan perkebunan kopi istimewa. Bagaimana tidak, kopi ini sudah mendunia dari semula. Salah satu keistimewaan yang dimiliki kopi asal Bajawa adalah cara tanamnya yang masih organik. 

Para petani tidak menggunakan pestisida yang rentan mempengaruhi kualitas kopi. Tidak hanya itu saja teknik petik para petani di sini sangat selektif karena hanya memilih buah kopi yang sudah masak. 

Di sini hanya ada kopi arabika karena memang lebih menguntungkan dari segi ekonomi. Terlebih lagi potensi untuk ekspor yang cukup besar. 

6. Kopi Wamena

Kopi arabika dari ujung Timur Indonesia ini sangat berharga dan bisa diibaratkan sebagai mutiara. Tidak berlebihan karena salah satu ekspor kopi ke luar negeri juga berasal dari Wamena. 

Penanaman kopi arabika di Wamena telah dilakukan sejak lama dan turun temurun. Kualitasnya sangat dijaga dengan penanaman organik tanpa menggunakan pestisida. Hal ini dikarenakan minimnya akses menuju ke sini. 

7. Kopi Manggarai

Selain Bajawa, Flores juga punya produk kopi lainnya yaitu Manggarai. Produk kopi di daerah ini terdiri atas robusta dan arabika. Keduanya memiliki kualitas yang tidak perlu dipertanyakan lagi.

Gelar kopi terbaik pernah disandang oleh kopi ini saat kompetisi kopi spesialti di Banyuwangi, Jawa Timur pada tahun 2015. Ini adalah bukti nyata bahwa minuman hitam yang tersebar di Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur ini layak diperhitungkan.

8. Kopi Toraja

Ada dua jenis kopi asli dari Sulawesi Selatan ini yaitu kopi arabika dan robusta. Namun, sebagian besar merupakan kopi jenis arabika karena kondisi geografis di sana yang sangat memungkinkan untuk menanam kopi arabika. 

Kopi Toraja sudah menjadi langganan orang-orang Jepang yang membuka usaha kedai kopi di negara asalnya. Setiap tahun permintaan impor dari negeri matahari terbit tersebut selalu ada dna cenderung meningkat. 

9.  Kopi Lampung

Konon kopi ini masuk pada tahun 1900 an yang dibawa oleh bangsa Belanda. Komoditi unggulannya adalah kopi robusta yang memiliki karakteristik yang kuat.  

Persebarannya ada di Liwa, Sumber Jaya, Suoh, dan Sukau. Sekadar informasi, sebenarnya kopi robusta Lampung termasuk penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia.

10. Java Blue Mountain 

Jika bicara soal kopi lokal, arabika khas Ijen Raung tidak boleh dilewatkan. Perjalanan kopi kita sampai pada kopi arabika dari gunung Ijen yang punya rasa yang berarti. 

Aromanya yang khas tidak bisa disamakan dengan jenis arabika yang lain. Ekspornya dimulai sudah mencapai lebih dari 800 ton ditahun 2016. 

Baca Juga : Karakteristik Kopi di Tanah Jawa

11. Kopi Liberika Rangsang Meranti

Asal kopi dari Riau dan banyak digemari oleh negara-negara tetangga. Singapura dan Malaysia adalah kedua negara dengan tujuan ekspor kopi liberika rangsang meranti. 

Tanaman kopi liberika rangsang meranti memiliki daya tahan yang cukup tinggi terhadap tanah gambut. Faktanya tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di Riau tepatnya di Desa Kedaburapat yang memiliki jenis tanah gambut. 

12. Kopi Kintamani

Bali selain memiliki keindahan alam untuk obyek wisata juga mempunyai produk kopi yang layak untuk diekspose. Kopi arabika kintamani sangat erat dengan kualitas aromanya yang menyesuaikan tanaman di sekitarnya seperti jeruk, dan rempah.

Tujuan ekspor kopi kintamani sudah sampai beberapa negara di Eropa dan Amerika. Kopi organik ini juga sudah mengantongi indikasi geografis sehingga sudah memiliki paten yang kuat.

13. Kopi Mandailing

Kita kembali lagi ke Pulau Sumatera, ternyata masih ada kopi Mandailing yang sudah ada sejak 3 abad yang lalu. Pegunungan Bukit barisan menjadi area penanaman kopi mandailing yang sukses menghasilkan arabika berkualitas tinggi.

Pemilihan pegunungan yang berada di Kabupaten Mandailing Natal ini bukan tanpa sebab. Para penjajah mengerti kalau kondisi alam di sana sangat mendukung perkebunan kopi arabika. 

14. Kopi Luwak

Asalnya dari kotoran luwak menjadikan kopi terbaik di dunia ini dipandang sebelah mata. Bahkan beberapa negara menyebutnya sebagai produk yang kurang berkualitas. Namun, hal itu tidak membuat kopi luwak mati dipasaran.

Meskipun begitu kopi luwak tetap berjaya dengan produk terbaiknya. Proses pascapanennya saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar termasuk proses pencucian yang mencapai 7 kali dalam air mengalir. Sangat salah jika kopi luwak tidak memiliki nilai kebersihan dan kesehatan yang layak.

Kamu bisa menikmati kopi luwak jenis arabika dan robusta. Salah satu perbedaannya yaitu kandungan kafeinnya, di mana kopi luwak robusta memiliki kandungan yang lebih banyak.

15. Kopi Lintong

Provinsi Sumatera Utara memang tak habis-habis memberikan pesona kopi-kopi lokal salah satunya kopi Lintong ini. Varietas arabika di sini berhasil tumbuh subur dan merupakan peninggalan tanam paksa kala itu.

Penanamannya berada di atas ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Kesuburan tanah di sini tak lepas dari letusan Gunung Toba yang meninggalkan sisa-sisa material organik.

16. Kopi Sigarar Utang

Kopi khas suku Batak ini dulunya merupakan alat yang digunakan untuk membayar hutang. Itulah kenapa namanya sigarar utang yang berarti membayar utang. Kopi ini sudah menjadi salah satu menu yang disediakan oleh perusahaan kopi asal Amerika, Starbucks.

10 Fakta Menarik Tentang Kopi di Indonesia

Kopi lokal yang ada di Indonesia mempunyai fakta-fakta yang menarik untuk digali. Inilah fakta menarik dari kopi lokal asli dari Indonesia yang harus kamu tahu.

1. Sudah Banyak Kopi Lokal yang Memiliki Indikasi Geografis

Apa itu indikasi geografis? Suatu kekuatan hukum yang melindungi produk dari bentuk-bentuk pemalsuan. Adanya indikasi geografis akan menunjukan asal produk suatu daerah yang memang berkualitas. 

Kopi lokal di Indonesia sudah banyak yang mengantongi indikasi ini. Sejumlah kopi seperti kopi arabika gayo, kopi arabika kintamani, kopi arabika flores bajawa, kopi arabika kalosi Enrekang dan masih banyak lagi yang telah berstatus sebagai kopi spesialti.

Keuntungan memperoleh label ini adalah jaminan kualitas produk dan perlindungan hukum yang kuat. Setiap produk yang sudah lolos akan memiliki sebuah logo. Ini dimaksudkan untuk menandai mana saja produk yang sudah lolos. 

2. Pernah Mendulang Prestasi Sebagai Kopi Terbaik

Dua tahun silam, asosiasi kopi di Paris mengadakan sebuah kompetisi untuk menentukan produk kopi terbaik. Ada sejumlah produsen lokal yang mengikuti kompetisi tersebut. Mereka berhasil memboyong prestasi sebagai kopi dengan cita rasa terbaik. 

Hebatnya, 23 kopi lokal Indonesia meraih gelar sebagai produk berkualitas.  Bahkan beberapa juri mengaku terkejut dengan kualitas yang dimiliki oleh kopi-kopi Indonesia ini.

3. Termasuk dalam 5 Besar Penghasil dan Eksportir Kopi

Kopi-kopi lokal di Indonesia telah berhasil menembus pasar-pasar internasional seperti Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan sebagainya. Ini membuktikan jika kopi kita memiliki nama besar yang sudah diakui dunia.

Dari lima besar, Indonesia menempati urutan keempat setelah Kolombia. Namun, bukan tidak mungkin jika Indonesia mampu mencapai peringkat pertama sebagai penghasil kopi terbesar di dunia.

4. Lekat Dengan Kearifan Lokal 

Siapa yang tidak tahu cerita KKN desa Penari. Tentu sebagian besar sudah tahu tentang kisah ini. Bagaimana salah ada sebuah cerita yang menggambarkan kopi hitam sebagai media untuk mengetahui keterkaitan dengan alam gaib.

Ini menunjukan jika kelekatan kopi di Indonesia sebagai hal yang sakral sangat diperhitungkan. Tidak hanya itu saja, ada beberapa wilayah yang menggunakan kopi sebagai sesajen juga.

5. Banyak Digunakan Sebagai Bahan Baku Starbucks

Tentu kamu tahu cafe modern dari paman sam ini. Bisnis kopi yang telah tersebar ke seluruh penjuru nusantara ini juga menggunakan beberapa kopi lokal. 

Adapun kopi-kopi yang digunakan adalah jenis kopi arabika asal Sumatera salah satunya Sigarar Utang. Selain kopi dari Sumatera, ternyata starbucks juga menggunakan kopi nusantara yang lain seperti Toraja, Kintamani, dan Preanger. 

6. Kopi Nusantara Asalnya Dari India

Menurut catatan sejarah, awal mula kopi lokal merebak berasal dari bibit yang dibawa dari India. Percobaan ini dilakukan pertama kali di Batavia. Setelah mengalami kegagalan lalu dibawa di daerah Jawa Barat. Di sinilah kopi lokal mulai bertumbuh.

7. Pernah Menjadi Penghasil Kopi Terbesar Di Dunia

Indonesia pada masa penjajahan Belanda sempat menguasai pasar kopi dunia. Bahkan berhasil menumbangkan monopoli kopi yang saat itu dikuasai oleh Bangsa Arab. Bahkan pernah, hasil panenan kopi digunakan untuk membayar utang Belanda ke negara sekutunya.

8. Setiap Daerah Memiliki Ciri Khas Kopi Berbeda-beda

Perkebunan kopi di Indonesia yang dikelola oleh perorangan membuat perlakuan yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan keberagaman soal cita rasanya.

Kopi Gayo misalnya, ada yang ditanam pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Ada juga yang ditanam di 1200 meter di atas permukaan laut. Tentu saja cita rasa yang dihasilkan akan sangat berbeda.

9. Budaya Ngopi di Indonesia Merupakan Hasil dari Asimilasi

Pengaruh budaya di luar Indonesia terhadap dunia perkopian lokal sangat kental. Salah satu bukti nyata yang bisa kita lihat adalah adanya kopi tiam yang ada di kota-kota besar seperti Jakarta. 

Tidak hanya itu saja, masyarakat Amerika juga turut memberikan impact terhadap budaya ngopi di Indonesia melalui gerai kedai kopi modernnya. 

Baca Juga : Sejarah Kopitiam di Indonesia

10. Rasa Penasaran Warga Lokal Menciptakan Kopi Termahal

Warga Indonesia saat masa penjajahan sangat penasaran dengan rasa kopi yang mereka tanam sendiri. Sebab penjajah tidak memperbolehkan mereka untuk mencicipi sedikit dari hasil jerih payah mereka.

Suatu saat ada seekor luwak yang memakan kopi di kebun. Mereka menemukan kotorannya yang ternyata ada biji kopi yang memang tidak hancur selama proses pencernaan. Nah, biji kopi tersebut diolah menjadi minuman. 

Alhasil, mereka sangat menyukai produk ini. Sampai sekaran kopi luwak berhasil menjadi salah satu kopi termahal di dunia.

Nah sahabat ngopi itulah dia fakta menarik tentang kopi di Indonesia. Jika kamu menemukan fakta-fakta menarik lainnya silahkan bisa komentar di kolom yang sudah disediakan. Semoga harimu menyenangkan, mari ngopi.

Sumber 

https://ahlikopilampung.com/2018/02/17/apa-itu-kopi-lampung-dan-jenisnya/
https://www.cafebrick.co.id/kopi-arabika-java-ijen-raung/
https://www.kompasiana.com/bagariang/5516d25ea333111470ba8a7d/kopi-sigarar-utang-yang-mendunia


Komentar