Ini Dia, Kopi Tubruk Pencipta Rasa Sederhana Kopi Lokal

Sumber : Tukangreview.com

Sepintaskopi.com - Para pencinta kopi mana yang tidak mengenal kopi tubruk. Kopi lokal dengan pengolahan yang sederhana ini akan membuat para penikmatnya semakin jatuh cinta pada kopi-kopi lokal asli Indonesia. 

Tapi siapa sangka, ternyata membuat kopi tubruk pernah dijadikan ajang kompetisi yang dilombakan dikalangan barista profesional. Ini membuktikan jika pembuatan kopi oleh para profesional tidaklah sembarangan ada banyak faktor yang mempengaruhi kenikmatannya.

Jika dilihat sekilas pembuatan kopi tubruk sangatlah mudah. Kita hanya perlu menuangkan kopi hasil grinder, lalu memasukkan air panas ke dalamnya. Kendala pembuatan salah satu kopi lokal ini adalah pada konsistensi rasa yang dibutuhkan pada hasil seduhannya. Tidak semua orang bisa membuat jenis kopi ini dengan rasa mantap yang konsisten. 

Lalu, bagaimana sih cara pembuatan kopi tubruk yang tepat agar tercipta konsistensi rasa yang mantap? Untuk memperoleh jawabannya, yuk simak artikel berikut ini ya. Jangan lupa simak sampai selesai ya.

1. Pilih Pengolahan dengan Biji Kopi

Lebih disarankan untuk menggunakan biji kopi ketimbang kopi yang sudah menjadi bubuk. Ini dimaksudkan untuk bisa mengatur rasa yang akan dihasilkan pada secangkir kopi yang akan kamu nikmati. Kamu bisa pilih kopi tubruk arabika maupun robusta sesuai selera. 

2. Perhatikan Proses Penggilingan Biji Kopi   

Biji kopi yang akan digunakan sebagai kopi tubruk bisa berupa biji kopi arabika maupun biji kopi robusta. Pada proses penggilingan kamu bisa memilih hasil gilingan halus, medium atau kasar. Ukuran butiran kopi akan mempengaruhi rasa yang dihasilkan. 

Jika kamu ingin menikmati kopi tubruk dengan rasa asam yang unik cobalah lakukan penggilingan biji kopi sampai pada ukuran kasar. Namun, jika ingin merasakan sensasi acidity dengan kecenderungan pahit maka ukuran gilingan halus bisa menjadi pilihanmu.

Ukuran hasil gilingan kopi bisa mempengaruhi rasa kopi karena saat air panas dituangkan ke dalam cangkir maka air akan langsung meresap ke rongga butiran kopi. Semakin besar rongga antar butiran akan menyebabkan ekstraksi bisa jadi lebih cepat. Ini akan menghasilkan rasa asam yang cukup unik.

Berbeda halnya dengan butiran halus kopi yang akan membuat kopi memiliki rasa asam dengan kecenderungan pahit. Ini karena proses ekstraksi yang lambat disebabkan air menggenangi permukaan bubuk kopi karena kecilnya rongga di antara butiran.

3. Gunakan Air Panas dengan Suhu 93-96 derajat Celsius 

Perhatikan suhu air panas yang akan dituang ke dalam cangkir kopi. Suhu yang ideal berkisar antara 93-96 derajat celsius. Pemilihan suhu yang tepat akan memberikan hasil yang maksimal terhadap kopi tubruk olahan kamu. 

Saat menuangkan air panas gunakan teko leher angsa karena akan sangat membantu kamu untuk menuangkan kopi secara bertahap. Lakukan penuangan secara merata dan konsisten agar kopi bisa melalui proses penyeduhan secara maksimal. 

4. Teknik Penuangan Air Panas

Setiap barista memiliki caranya tersendiri dalam melakukan proses menuangkan air panas. Ada yang sengaja menuangkan air panas ke bagian sisi gelas sehingga air langsung menuju ke bagian bawah kopi. Selain itu ada juga yang langsung menuangkan air panas ke bagian tengah kopi.

Semua teknik ini bagus digunakan, karena semakin kecil gelembung yang dihasilkan itu mengindikasikan kopi terekstrak secara sempurna. Begitu juga sebaliknya semakin besar gelembung yang dihasilkan saat proses menuangkan air panas maka ekstraksi jadi lebih lambat.

5. Menikmati Sajian Kopi Tubruk 

Kopi tradisional ini akan menjelaskan rasa yang jujur dari secangkir kopi yang tersaji. Setiap orang mempunyai cara menikmati kopi tubruk. 

Ada yang mengaduk kopi terlebih dahulu dan langsung menyeruputnya. Namun, ada juga yang menunggu sampai butiran kasar di permukaan kopi turun ke dasar.

Kopi Tubruk Arabika Penggugah Rasa

Setelah puas membahas tentang cara pembuatan kopi tradisional tersebut, akan terasa kurang jika kopi tubruk arabika tidak diulas secara lengkap di sini. Kopi fenomenal ini layak untuk kita bahas pada kesempatan kali ini.  

Biji kopi arabika yang mempunyai cita rasa yang sangat kaya akan membuat sajian kopi tubruk arabika kamu semakin nikmat dan sempurna. Pilihlah rasa kopi arabika sesuai selera kamu misalnya coklat, serta sensasi cita rasa buah yang lainnya. Selain dari segi rasa, aroma kopi arabika akan sangat terasa saat dijadikan kopi tradisional ini.

Apabila kamu sedang mencari kopi yang memiliki tingkat kekentalan sedang maka olahan kopi tubruk arabika sangatlah tepat untukmu. Berbeda halnya dengan kopi robusta yang memiliki kadar kekentalan tinggi, kopi arabika memiliki kekentalan di bawah kopi robusta. 

Nah, itu dia pembahasan singkat dari sepintaskopi.com mengenai cara penyajian kopi tubruk lokal yang akan selalu fenomenal. Nikmati artikel-artikel kopi lainnya hanya di sepintaskopi.com.

Sumber


Komentar