Kenikmatan Rasa Khas Kopi Arabika, Siapa Mau Coba?


SEMARANG, Sepintaskopi.com - Ada dua jenis varietas kopi yang sangat masyur di Indonesia yaitu kopi arabika dan robusta. Menurut sejarah dunia perkopian, biji kopi pertama yang ditanam di Indonesia adalah kopi arabika. Belanda sengaja memilih kopi arabika karena permintaan pasar untuk jenis kopi ini memang sedang membludak. 

Ciri Khas Rasa dan Kandungan Kopi Arabika

Minuman mengandung kafein ini sudah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi populer di Eropa menyaingi jenis minuman beralkohol. Inilah karakter rasa khas kopi arabika yang menambah kenikmatan rasa khas kopi arabika.

1. Memiliki Acidity yang lebih Kuat 

Acidity merupakan tingkat keasaman kopi. Kopi arabika mempunyai acidity yang kuat sehingga untuk kamu yang ingin mengonsumsinya pastikan sudah makan terlebih dahulu sebelumnya. 

Tingkat keasaman pada kopi arabika bisa berasal dari buah-buahan yang ditanam di sekitaran kebun kopi tersebut. Seperti halnya kopi kintamani dari Bali yang mempunyai rasa asam dari buah jeruk. 

2. Kadar Kafein Lebih Rendah 

Apabila dibandingkan dengan kopi robusta, kadar kafein pada arabika jauh lebih rendah dua kali lipat yaitu mencapai 0,8-1,5%. Inilah yang membuat kopi arabika mempunyai rasa pahit yang masih bisa ditolerir oleh penikmat kopi pemula. Oleh sebab kadar kafein yang rendah inilah, rasa manis dan asam di kopi arabika semakin bisa dirasakan.

3. Kadar Gula Kopi Arabika Lebih Tinggi

Rasa manis pada kopi arabika bisa dirasakan karena adanya kandungan glukosa yang lebih banyak. Manisnya kopi arabika tidaklah sama dengan manisnya gula pasir, jadi yang dimaksud manis di sini yaitu mirip seperti manisnya buah-buahan. Kadar gula pada kopi arabika dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat penanaman kopi. 

Baca juga : Tips Memunculkan Aroma Kopi Arabika 

4. Keberagaman Rasa di Setiap Daerah

Tanaman kopi arabika akan menghasilkan rasa yang berbeda jika ditanam di daerah yang berbeda pula. Inilah mengapa di setiap daerah mempunyai ciri khas kopi masing-masing padahal varietasnya masih sama-sama kopi arabika. Faktor-faktor yang mempengaruhi keunikan ini yaitu cuaca, ketinggian, jenis tanah, serta hasil persilangan.

5. Warna Air Hasil Seduhan Kopi Tidak Terlalu Pekat 

Ciri khas yang melekat pada kopi arabika ini yaitu warna airnya yang tidak terlalu pekat. Berbeda halnya dengan kopi robusta yang memiliki tingkat warna seduhan yang pekat. Inilah yang menjadi salah satu keunikan dari kopi arabika.

Saran Penyajian Kopi Arabika

Setiap kopi memiliki cara tersendiri untuk dinikmati, begitu juga dengan kopi arabika ini. Untuk menghasilkan cita rasa asli dari kopi arabika tentu ada cara khusus agar kamu dapat menikmati kenikmatan maksimal dari jenis kopi tersebut. Berikut ini merupakan saran penyajian kopi arabika yang bisa kamu coba.

1. Jangan Tambahkan Gula 

Saat kamu meminum kopi arabika disarankan untuk tidak menambahkan gula. Pasalnya, gula justru merusak rasa otentik dari kopi. Selain itu, gula juga justru menambah kandungan asam pada kopi arabika. Padahal kopi arabika memilki acidity yang cukup tinggi dibandingkan kopi robusta.

2. Gunakan Biji Kopi Arabika Utuh

Usahakan beli biji kopi arabika utuh dan lakukan pemrosesan sendiri. Tujuannya untuk mendapatkan hasil kopi yang maksimal terutama saat proses pemanggangan. Pastikan tingkat pemanggangan sampai pada tingkat light roasted sampai medium. 

Baca juga : 5 Langkah Mudah Memunculkan Aroma Kopi Arabika

3. Seduh Kopi Secepatnya Setelah Proses Penggilingan

Ambil biji kopi arabika, lalu lakukan proses penggilingan. Hasil dari proses penggilingan ini bisa langsung diseduh dengan air panas di mesin kopi khusus. Metode ini akan memunculkan cita rasa kopi arabika yang sebenarnya. 

Nah, itulah cara penyajian kopi arabika yang kami sarankan. Semoga informasi mengenai kopi arabika ini bisa menambah wawasan kamu. 


Sumber :





    

Komentar

Posting Komentar